Rabu, 08 Juni 2011

marii dibaca yoook kawan kawan tentang SMKN 7 pekanbaru:)

VISI DAN MISI SMK N 7 PEKANBARU

Visi :
Terwujudnya SMKN 7 Pekanbaru sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan dibidang Teknik Informatika dan Komunikasi yang menghasilkan tamatan tingkat menengah yang terampil,mandiri,dan memiliki etos kerja yang tinggi serta mampu bersaing secara global

Misi :
1. Mewujudkan proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan
2. Meningkatkan kompetensi tenaga kerja edukatif dan non edukatif
3. Meningkatkan kualitas pendidikan dan keterampilan yang mengacu kepada standar kompetensi kerja nasional dan internasional
4. Menyiapkan tamatan yang mampu beradaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

SMK Negeri 7 Pekanbaru, 19 Febuari 2011 merayakan ulang tahun yang Pertama. Dalam Kata Sambutannya Kepala SMK Negeri 7 Pekanbaru Bapak Muzailis, S.Pd mengutarakan kebanggaan dan terharu atas inisiatif Osis dan guru-guru yang mengadakan kegiatan perayaan ulang tahun SMK negeri 7 Pekanbaru. Di usia SMK Negeri 7 Pekanbaru yang masih baru ini, sudah cukup dikenal luas oleh kalangan masyarakat pekanbaru terutama di lingkungan Rumbai. Acara di isi dengan pentas seni yang dibawakan oleh masing-masing kelas baik berupa tarian maupun lagu. Tidak lupa juga guru-guru yang ingin menyumbangkan lagu tembang lawasnya. Acara berakhir jam 14:45 ditutup dengan lagu yang dibawakan oleh anggota seluruh anggota Osis.

SMK Negeri 7 Pekanbaru s
ekolah kejuruan Teknologi Informasi yang memiliki program keahlian :
1. Teknik Komputer Jaringan (TKJ)
2. Multi Media (MM)
3. Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)
4. Animasi.
Siswa SMKN 7 PEKANBARU Kini Bisa “Bikin Film”
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Pekanbaru, Riau, pantas dibanggakan. Pasalnya, bukan saja karena indeks prestasi murid-murid sekolah itu relatif tinggi dibanding SMKN lainnya di Riau, tetapi juga karena prestasi pada umumnya murid sekolah itu mengagumkan. Prestasi terbaru yang membuat kalangan budayawan setempat ber-decak kagum karena pelajar sekolah itu kini sudah bisa membuat film pendek. Bahkan siswa di jurusan film animasi sekolah itu kini bisa membuat film animasi yang mengangkat kebudayaan lokal.
"Prestasi itu pantas dipuji karena saat ini amat jarang siswa setaraf SMA bisa memperlihatkan kemampuannya menghasilan karya yang membanggakan. Tapi, anak-anak di SMKN 7 Pekanbaru malah bisa bikin film animasi kebudayaan Melayu. Ini luar biasa," tutur seorang seniman di Pekanbaru. Kepala Sekolah SMKN 7 Pekanbaru, Muzailis, seperti dikutip Antara di Pekanbaru, Selasa lalu, mengatakan, selama ini film animasi yang dihasilkan sekolahnya untuk sementara masih berpatokan pada Jepangdan Amerika.
Oleh karena itu, sejak berdirinya SMKN 7 Pekanbaru setahun lalu, pihaknya bertekad untuk menghasilkan film animasi sendiri.
"Film animasi ini nantinya akan mengangkat budaya Melayu yangmerupakan kebudayaan lokal Riau dan rencananya bekerja sama dengan televisi lokal yang ada di Pekanbaru," tutur dia. Menurutnya, kebudayaan lokal perlu ditonjolkan untuk melestarikan budaya Melayu. Ia menambahkan,saat ini pihaknya tengah mempersiapkan segala sesuatunya baik dari sisi kemampuan siswa maupun guru.
Rencananya, SMKN 7 akan mengirimkan dua orang guru untuk belajar banyak tentang animasi ke Bandung. Tepatnya pada Asosiasi Industri Animasi dan Konten Indonesia (Ainaki). "Guru yang akan mengajarkan animasi tersebut juga mempunyai pendidikan minimum S-2 dan merupakan lulusan dari jurusan animasi," katanya.
Untuk peralatan penunjang, menurut Muzailis, akan dibantu oleh PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) yang memberikan komputer yang mempunyai spesifikasi untuk pembuatan animasi.
"Kita memang ketinggalan dibanding negara lain. Bahkan dari Malaysia pun, kita jauh ketinggalan karena mereka sudah menghasilkan film animasi yakni Upin dan Ipin," tutur dia.
SMKN 7 Pekanbaru ini, menurutnya, merupakan satu-satunya sekolah di Sumatera yang mempunyai jurusan animasi. Oleh karena itu, ia berharap banyak dengan adanya jurusan animasi di sekolah ini agar bisa menghasilkan film animasi yang mengangkat budaya lokal.
Saat ini SMKN 7 Pekanbaru mempunyai 35 siswa yang belajar di bidang animasi. Muzailis menambahkan, bagi peminat jurusan animasi, mereka mempunyai prospek cerah untuk bekerja baik di periklanan maupun media.
Selain animasi, SMKN 7 Pekanbaru juga mempunyai jurusan lain yakni Teknik Komputer Jaringan, Multimedia dan Rekayasa Perangkat Lunak.
Beberapa seniman dan tokoh masyarakat Riau yang paham benar mengenai kebudayaan Melayu berharap, melalui film animasi SMKN 7 Pekanbaru, masyarakat awam akan bisa mendalami bagian-bagian dari kebudayaan Melayu yang kini makin kurang ditemui penduduk Riau, khususnya di Pekanbaru.
"Tarian Melayu sudah jarang didapati masyarakat Kota Pekanbaru. Begitu juga atraksi adat Melayu, makin kurang dilihat penduduk. Padahal, kebudayaan Melayu itu basisnya ada di Riau. Jadi, kita bisa berharap banyak dari film-film animasi kebudayaan Melayu yang dihasilkan anak-anak SMKN 7 Pekanbaru itu," ujar beberapa seniman lainnya.

smkn 7 patut dibanggakan :)

SMKN 7 PEKANBARU merupakan sekolah yang memiliki jurusan teknologi informasi dan komunikasi ,yang bermacam-macam jurusan seperti MULTI MEDIA (MM),REKAYASA PERANGKAT LUNAK (RPL),TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN (TKJ),dan ANIMASI.Kami sangat bangga masuk ke smk n 7 pekanbaru karena sekolah ini mengajarkan kami tentang komponen-komponen pada komputer.

jangan sampe ketinggalan yaaaa :)

Profile Sekolah SMK Negeri 7 Pekanbaru
SMK Negeri 7 Pekanbaru Sekolah Menengah Kejuruan Kelompok Teknologi dan Informasi yang berlokasi di Jl. Yos Sudarso Rumbai - Pekanbaru Telp. (0761) 54246, 54247 Fax. (0761) 54248.Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 7 Pekanbaru sebagai salah satu sekolah yang baru memulai kegiatan pembelajaran pada tahun pelajaran 2009/2010, sesuai dengan Surat Keputusan Bapak Wali Kota Pekanbaru No. 10496502.SK.114/2009 Tanggal 6 Mei 2009.

M O T O
"Bekerja Keras, Berfikir Cerdas, Beramal Ikhlas"

V I S I
“ Terwujudnya SMK Negeri 7 Pekanbaru sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan dibidang Teknik Informasi dan Komunikasi yang menghasilkan tamatan tingkat menengah yang terampil, mandiri dan memiliki etos kerja yang tinggi serta mampu bersaing secara global“.


M I S I
*
Mewujudkan proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.
*
Meningkatkan Kompetensi Tenaga Edukatif dan Non Edukatif
*
MeningkatkanKualitas pendidikan dan ketrampilan yang mengacu kepada standar kopetensi kerja nasional dan internasional
*
Menyiapkan tamatan yang mampu beradaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

smkn 7 pekanbaru & perfileman

Perfilman
Siswa SMKN 7 Pekanbaru
Kini Bisa Bikin Film

Rabu, 20 Oktober 2010
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Pekanbaru, Riau, pantas dibanggakan. Pasalnya, bukan saja karena indeks prestasi murid-murid sekolah itu relatif tinggi dibanding SMKN lainnya di Riau, tetapi juga karena prestasi pada umumnya murid sekolah itu mengagumkan.

Prestasi terbaru yang membuat kalangan budayawan setempat berdecak kagum karena pelajar sekolah itu kini sudah bisa membuat film pendek. Bahkan siswa di jurusan film animasi sekolah itu kini bisa membuat film animasi yang mengangkat kebudayaan lokal.

"Prestasi itu pantas dipuji karena saat ini amat jarang siswa setaraf SMA bisa memperlihatkan kemampuannya menghasilan karya yang membanggakan. Tapi, anak-anak di SMKN 7 Pekanbaru malah bisa bikin film animasi kebudayaan Melayu. Ini luar biasa," tutur seorang seniman di Pekanbaru.

Kepala Sekolah SMKN 7 Pekanbaru, Muzailis, seperti dikutip Antara di Pekanbaru, Selasa lalu, mengatakan, selama ini film animasi yang dihasilkan sekolahnya untuk sementara masih berpatokan pada Jepang dan Amerika.

Oleh karena itu, sejak berdirinya SMKN 7 Pekanbaru setahun lalu, pihaknya bertekad untuk menghasilkan film animasi sendiri.

"Film animasi ini nantinya akan mengangkat budaya Melayu yang merupakan kebudayaan lokal Riau dan rencananya bekerja sama dengan televisi lokal yang ada di Pekanbaru," tutur dia.

Menurutnya, kebudayaan lokal perlu ditonjolkan untuk melestarikan budaya Melayu. Ia menambahkan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan segala sesuatunya baik dari sisi kemampuan siswa maupun guru.

Rencananya, SMKN 7 akan mengirimkan dua orang guru untuk belajar banyak tentang animasi ke Bandung. Tepatnya pada Asosiasi Industri Animasi dan Konten Indonesia (Ainaki).

"Guru yang akan mengajarkan animasi tersebut juga mempunyai pendidikan minimum S-2 dan merupakan lulusan dari jurusan animasi," katanya.

Untuk peralatan penunjang, menurut Muzailis, akan dibantu oleh PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) yang memberikan komputer yang mempunyai spesifikasi untuk pembuatan animasi.

"Kita memang ketinggalan dibanding negara lain. Bahkan dari Malaysia pun, kita jauh ketinggalan karena mereka sudah menghasilkan film animasi yakni Upin dan Ipin," tutur dia.

SMKN 7 Pekanbaru ini, menurutnya, merupakan satu-satunya sekolah di Sumatera yang mempunyai jurusan animasi. Oleh karena itu, ia berharap banyak dengan adanya jurusan animasi di sekolah ini agar bisa menghasilkan film animasi yang mengangkat budaya lokal.

Saat ini SMKN 7 Pekanbaru mempunyai 35 siswa yang belajar di bidang animasi. Muzailis menambahkan, bagi peminat jurusan animasi, mereka mempunyai prospek cerah untuk bekerja baik di periklanan maupun media.

Selain animasi, SMKN 7 Pekanbaru juga mempunyai jurusan lain yakni Teknik Komputer Jaringan, Multimedia dan Rekayasa Perangkat Lunak.

Beberapa seniman dan tokoh masyarakat Riau yang paham benar mengenai kebudayaan Melayu berharap, melalui film animasi SMKN 7 Pekanbaru, masyarakat awam akan bisa mendalami bagian-bagian dari kebudayaan Melayu yang kini makin kurang ditemui penduduk Riau, khususnya di Pekanbaru.

"Tarian Melayu sudah jarang didapati masyarakat Kota Pekanbaru. Begitu juga atraksi adat Melayu, makin kurang dilihat penduduk. Padahal, kebudayaan Melayu itu basisnya ada di Riau. Jadi, kita bisa berharap banyak dari film-film animasi kebudayaan Melayu yang dihasilkan anak-anak SMKN 7 Pekanbaru itu," ujar beberapa seniman lainnya.

siswa smkn 7 pekanbaru

Siswa SMKN 7 Pekanbaru Kini Bisa Bikin Film
20 Oct 2010

* Opini
* Suara Karya

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Pekanbaru, Riau, pantas dibanggakan. Pasalnya, bukan saja karena indeks prestasi murid-murid sekolah itu relatif tinggi dibanding SMKN lainnya di Riau, tetapi juga karena prestasi pada umumnya murid sekolah itu mengagumkan. Prestasi terbaru yang membuat kalangan budayawan setempat ber-decak kagum karena pelajar sekolah itu kini sudah bisa membuat film pendek. Bahkan siswa di jurusan film animasi sekolah itu kini bisa membuat film animasi yang mengangkat kebudayaan lokal.

"Prestasi itu pantas dipuji karena saat ini amat jarang siswa setaraf SMA bisa memperlihatkan kemampuannya menghasilan karya yang membanggakan. Tapi, anak-anak di SMKN 7 Pekanbaru malah bisa bikin film animasi kebudayaan Melayu. Ini luar biasa," tutur seorang seniman di Pekanbaru. Kepala Sekolah SMKN 7 Pekanbaru, Muzailis, seperti dikutip Antara di Pekanbaru, Selasa lalu, mengatakan, selama ini film animasi yang dihasilkan sekolahnya untuk sementara masih berpatokan pada Jepangdan Amerika.

Oleh karena itu, sejak berdirinya SMKN 7 Pekanbaru setahun lalu, pihaknya bertekad untuk menghasilkan film animasi sendiri.
"Film animasi ini nantinya akan mengangkat budaya Melayu yangmerupakan kebudayaan lokal Riau dan rencananya bekerja sama dengan televisi lokal yang ada di Pekanbaru," tutur dia. Menurutnya, kebudayaan lokal perlu ditonjolkan untuk melestarikan budaya Melayu. Ia menambahkan,saat ini pihaknya tengah mempersiapkan segala sesuatunya baik dari sisi kemampuan siswa maupun guru.

Rencananya, SMKN 7 akan mengirimkan dua orang guru untuk belajar banyak tentang animasi ke Bandung. Tepatnya pada Asosiasi Industri Animasi dan Konten Indonesia (Ainaki). "Guru yang akan mengajarkan animasi tersebut juga mempunyai pendidikan minimum S-2 dan merupakan lulusan dari jurusan animasi," katanya.

Untuk peralatan penunjang, menurut Muzailis, akan dibantu oleh PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) yang memberikan komputer yang mempunyai spesifikasi untuk pembuatan animasi.

"Kita memang ketinggalan dibanding negara lain. Bahkan dari Malaysia pun, kita jauh ketinggalan karena mereka sudah menghasilkan film animasi yakni Upin dan Ipin," tutur dia.

SMKN 7 Pekanbaru ini, menurutnya, merupakan satu-satunya sekolah di Sumatera yang mempunyai jurusan animasi. Oleh karena itu, ia berharap banyak dengan adanya jurusan animasi di sekolah ini agar bisa menghasilkan film animasi yang mengangkat budaya lokal.

Saat ini SMKN 7 Pekanbaru mempunyai 35 siswa yang belajar di bidang animasi. Muzailis menambahkan, bagi peminat jurusan animasi, mereka mempunyai prospek cerah untuk bekerja baik di periklanan maupun media.

Selain animasi, SMKN 7 Pekanbaru juga mempunyai jurusan lain yakni Teknik Komputer Jaringan, Multimedia dan Rekayasa Perangkat Lunak.

Beberapa seniman dan tokoh masyarakat Riau yang paham benar mengenai kebudayaan Melayu berharap, melalui film animasi SMKN 7 Pekanbaru, masyarakat awam akan bisa mendalami bagian-bagian dari kebudayaan Melayu yang kini makin kurang ditemui penduduk Riau, khususnya di Pekanbaru.

"Tarian Melayu sudah jarang didapati masyarakat Kota Pekanbaru. Begitu juga atraksi adat Melayu, makin kurang dilihat penduduk. Padahal, kebudayaan Melayu itu basisnya ada di Riau. Jadi, kita bisa berharap banyak dari film-film animasi kebudayaan Melayu yang dihasilkan anak-anak SMKN 7 Pekanbaru itu," ujar beberapa seniman lainnya.

(Adrizan/Ami Herman)
Entitas terkaitAmi | Film | Guru | Jepangdan | Malaysia | Melayu | Multimedia | Muzailis | Pekanbaru | Prestasi | Riau | SMA | SMKN | Sumatera | Tepatnya | Upin | Konten Indonesia | Rekayasa Perangkat | Siswa SMKN | Tarian Melayu | Teknik Komputer | Asosiasi Industri Animasi | Kepala Sekolah SMKN | PT Chevron Pacific Indonesia | Sekolah Menengah Kejuruan Negeri | Pekanbaru Kini Bisa Bikin Film |
Ringkasan Artikel Ini
Bahkan siswa di jurusan film animasi sekolah itu kini bisa membuat film animasi yang mengangkat kebudayaan lokal. Kepala Sekolah SMKN 7 Pekanbaru, Muzailis, seperti dikutip Antara di Pekanbaru, Selasa lalu, mengatakan, selama ini film animasi yang dihasilkan sekolahnya untuk sementara masih berpatokan pada Jepangdan Amerika. Oleh karena itu, ia berharap banyak dengan adanya jurusan animasi di sekolah ini agar bisa menghasilkan film animasi yang mengangkat budaya lokal. Beberapa seniman dan tokoh masyarakat Riau yang paham benar mengenai kebudayaan Melayu berharap, melalui film animasi SMKN 7 Pekanbaru, masyarakat awam akan bisa mendalami bagian-bagian dari kebudayaan Melayu yang kini makin kurang ditemui penduduk Riau, khususnya di Pekanbaru.

smkn 7 pekanbaru

SMK negeri 7 pekanbaru adalah sebuah sekolah yang berbasis IT (Ilmu Teknologi) Dan Sekolah IT satu-satu nya se-Sumatra. Sekolah ini mempunyai 4 jurusan di antaranya:

1. Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)
2. Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)
3. Multimedia (MM)
4. Animasi

Dan di sekolah ini telah di jadikan sebagai tuan rumah Lomba Kompetisi Siswa tingkat Kota Pekanbaru dan Tingkat Propinsi Riau. Smk N 7 telah mendapat juara dalam lomba Animasi dan Graphic Designer. Kami Bangga Menjadi Siswa SMKN 7 Pekanbaru.

kkm sekolah skmn 7 pekanbaru

KBM Semester Genap 2010-2011

Aktivitas KBM semester Genap tahun ajaran 2010 - 2011 dimulai kembali Setelah liburan selama 1 minggu( 27 Desember 2010 - 2 Januari 2011), pada kesempatan ini juga warga SMK Negeri 7 Pekanbaru mengucapkan Selamat Tahun baru 2011 semoga kita tambah maju, sehat dan dapat memberikan yang terbaik untuk anak didik kita aktivitas kembali memberikan pelayanan terbaik bagi kita sebagai guru , harapan ini merupakan tanggung jawab moral kita sebagai PNS, Pendidik dan guru dan semoga bisa terwujud dan terealisasi amin ya robbal alamin

kata sambutan smkn 7 pekanbaru

Selamat datang di situs SMK Negeri 7 Pekanbaru Sekolah Menengah Kejuruan Kelompok Teknologi dan Informasi yang berlokasi di Jl. Yos Sudarso Rumbai - Pekanbaru Telp. (0761) 54246, 54247 Fax. (0761) 54248.

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 7 Pekanbaru sebagai salah satu sekolah yang baru memulai kegiatan pembelajaran pada tahun pelajaran 2009/2010, sesuai dengan Surat Keputusan Bapak Wali Kota Pekanbaru No. 10496502.SK.114/2009 Tanggal 6 Mei 2009.

prestasi smkn 7 pekanbaru

SMK Negeri 7 Pekanbaru Meraih Juara II dalam LKS Bidang Animasi dan Graphic Design PDF Print E-mail
Written by Fajar Nugroho
Sunday, 13 March 2011 16:24
Peserta LombaSiswa SMK Negeri 7 Pekanbaru berhasil memperoleh Juara II dalam Lomba Kompetensi Siswa bidang Animasi dan Graphic Design Tingkat SMK se-Pekanbaru. Rangkain Lomba yang ini terdiri dari 19 bidang lomba dan diadakan di SMK-SMK Negeri se Kota Pekanbaru



SMK Negeri 7 Pekanbaru hanya berpartisipasi dalam 6 bidang lomba dan meraih juara di dua bidang, yaitu Animasi yang diwakili oleh Aldino dan Graphic Design yang diwakili oleh Amelia Pratiwi.TSedangkan 4 bidang lagi belum berhasil meraih tempat. Semoga tahun depan kami berhasil mendapat gelar juara. Amin.

smkn 7 pekanbaru

Ulang Tahun Ke-I SMK Negeri 7 Pekanbaru

Saturday, 19 February 2011 14:50
SMK Negeri 7 Pekanbaru, 19 Febuari 2011 merayakan ulang tahun yang Pertama. Dalam Kata Sambutannya Kepala SMK Negeri 7 Pekanbaru Bapak Muzailis, S.Pd mengutarakan kebanggaan dan terharu atas inisiatif Osis dan guru-guru yang mengadakan kegiatan perayaan ulang tahun SMK negeri 7 Pekanbaru. Di usia SMK Negeri 7 Pekanbaru yang masih baru ini, sudah cukup dikenal luas oleh kalangan masyarakat pekanbaru terutama di lingkungan Rumbai. Acara di isi dengan pentas seni yang dibawakan oleh masing-masing kelas baik berupa tarian maupun lagu. Tidak lupa juga guru-guru yang ingin menyumbangkan lagu tembang lawasnya. Acara berakhir jam 14:45 ditutup dengan lagu yang dibawakan oleh anggota seluruh anggota Osis.

Selasa, 31 Mei 2011

Masuknya islam ke Amerika

Islam masuk ke benua Amerika (kemungkinan) setelah runtuhnya Bani Umayah di Spanyol 1492 M, karena tidak tahan hidup di bawah tekanan Raja Ferdinand sehingga memilih mencari penghidupan di benua baru. Penulis lain menduga bahwa Islam masuk ke benua Amerika dilakukan oleh Colombus dalam pelayarannya dipandu oleh navigator dan ABK yang beragama Islam dari Andalusia atau Maroko, atau adanya pemukiman tawanan muslim sekitar abad 16 sampai dengan abad 18. memang harus diakui bahwa catatan resmi tentang hal ini belum didapatkan, namun orang-orang Afrika dan lain-lain (wilayah muslim) pada akhir abad 19 banyak bermigrasi ke Amerika dan Kanada dengan aneka ragam motif dan tujuan, lebih-lebih setelah Amerika tampil sebagai salah satu negara adidaya maka berdatanganlah mahasiswa-mahasiswa muslim tinggal disana untuk beberapa lama.

Perkembangan islam di Brunei Darussalam

Agama Islam di Brunei dapat berkembang dengan baik tanpa ada hambatan-hambatan. Bahkan, agama Islam di Brunei merupakan agama resmi negara. Untuk pengembangan agama Islam lebih lanjut telah didatangkan ulama-ulama dari luar negeri, termasuk dari Indonesia. Masjid-masjid banyak didirikan. Umat Islam di Brunei menikmati kehidupan yang benar-benar sejahtrera sesuai dengan namanya Darussalam (negeri yang damai).

Pendapatan perkapita negara ini termasuk tertinggi di dunia. Pendidikan dan perawatan kesehatan diberikan secara cuma-cuma oleh pemerintah. Negara Brunei Darussalam merupakan negara termuda di Asia Tenggara (merdeka tahun 1984 dari Inggris). Penduduk Brunei Darussalam mayoritas beragam

Perkembangan islam di Filiphina

Berdasarkan catatan Kapten Tomas Forst tahun 1775 M, ada orang Arab yang mula-mula masuk pulau Mindanau (Filiphina) adalah Mubalig yang bernama Kebungsuan pada abad ke-15 M. Sedangkan yang menyebarkan agama Islam di pulau sulu ialah Sayid Abdul Aziz (Sidi Abdul Aziz) dari Jeddah. Ulama ini juga mengislamkan raja Malaka pertama yang semula beragama Hindu, yakni Permaisura diganti dengan Muhammad Syah. Kemudian yang disusun dengan mubalig Abu Bakar yang menyebarkan Islam ke Pulau Sulu, Pulau Luzon dan sebagainya.

Muslim di Filipina adalah minoritas dan nasib mereka sekarang sangat memprihatinkan. Seperti nasib muslim di Thailand, Kamboja, Vietnam, Myanmar, di situ umat Islam mendapat gangguan, tekanan bahkan pembasmian dari pihak-pihak yang memusuhinya. Hingga kini muslim Moro terus berjuang untuk memperoleh otonomi karena mereka selalu ditindas dan diperlakukan sebagai warga kelas dua oleh pemerintah Manila. Oleh karena itu, muslim Moro terus berjuang mempertahankan diri, agama dan identitas sebagai muslim.

Perkembangan islam di Thaailand

Agama Islam masuk ke Thailand dengan melalui Kerajaan Pasai (Aceh). Ketika Kerajaan Pasai ditaklukan Thailand, raja Zainal Abidin dan orang-orang Islam banyak yang ditawan. Setelah mereka membayar tebusan mereka dikeluarkan dari tawanan, dan para tawanan tersebut ada yang pulang dan ada juga yang menetapa di Thailand, sehingga mereka menyebarkan agama Islam.

Ketika raja Thailand menekan Sultan Muzaffar Syah (1424-1444) dari Malak agar tetap tuduk kepada Thailand dengan membayar upeti sebanyak 40 tahil emas per tahun ditolaknya, kemudian Raja Pra Chan Wadi menyerang Malaka, tetapi penyerangan tersebut gagal. Pada masa pemerintahan Sultan Mansyur Syah (1444-1477) tentara Thailand di Pahang dapat dibersihkan. Wakil Raja Thailand yang bernama Dewa Sure dapat ditahan, tetapi beliau diperlakukan dengan baik. Bahkan, puterinya diambil istri oleh Mansyur Syah untuk menghilangkan permusuhan antara Thailand dengan Malaka. Pada akhir-akhir ini, muslim Pattani cukup lama mendapat tekanan dan penindasan dari rezim Bangkok yang memeluk Budha

Perkembangan islam di Singapura

Perkembangan Islam di singapura boleh dikatakan tidak ada hambatan, baik dari segi politik maupun birokratis. Muslim di Singapura ± 15 % dari jumlah penduduk, yaitu ± 476.000 orang Islam. Sebagai temapt pusat kegiatan Islam ada ± 80 masjid yang ada di sana. Pada tanggal 1 Juli 1968, dibentuklah MUIS (majelis Ulama Islam Singapura) yang mempunyai tanggung jawab atas aktivitas keagamaan, kesehatan, pendidikan, perekonomian, kemasyarakatan dan kebudayaan Islam.

Perkembangan islam di Indonesia

Mengenai perkembangan Islam di Indonesia kan dibahas khusus pada bab Perkembangan Islam di Indonesia. Karena itu, paa pembahasan kali ini, hanya kami tulis secara singkat. Agama Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7 dibawa oleh pedagang Islam dari Arab, Gujarat dan Malabar. Cara menyiarkan Islam dengan damai tidak dengan kekerasan atau paksaan. Adapun daerah-daerah yang mula-mula dimasuki Islam ialah Sumatera bagian Utara, sumatera Barat dan Jawa Tengah.

Perkembangan Islam di Sumatera dapat pesat setelah kerajaan Sriwijaya mengalami kemunduran, terutama di Samudera Pasai. Dari Samudera Pasai Islam berkembang ke Malaka, Minangkabau, Riau, Tapanuli dan lain-lainnya.

Agama Islam masuk ke Jawa pada masa pemerintahan Ratu Sima (674 M) dan Islam dapat berkembang dengan pesatnya setelah kerajaan Hindu di Majapahit mengalami kemerosotan. Adapaun yang sanagt berperan dan berjasa menyiarkan agama Islam ke seleruh pelosok Jawa ialah Wali Songo.

Sedangkan perkembangan agama Islam di Sulawesi tidak sepesat seperti di Sumatera dan Jawa, karena adanya pertentangan Islam dengan kerajaan yang belum Islam demi kepentingan politik.

Adapun perkembangan Islam di Kalimantan sangat pesat, sejak Sultan Suryanullah tahun 1550 M. Demak mengirimkan para penghulu untuk mengajar agama Islam kepada masyarakat Kalimantan. Agama Islam berkembang di Kutai ± tahun 157 M, di Brunei sejak abad Ke-15, di Kalimantan Barat sejak tahun 1550 M , dan kepada suku Dayak tahun 1677 M. Bersamaan dengan berkembangnya agama Islam maka berdirilah kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia antara lain di Demak, Pajang, Mataram, Banten, Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera.

Agama Islam di Indonesia dapat berkembang dengan baik dan pesat. Hal itu terbukti sekitar 88 % (1985) penduduk menganut agama Islam, kemudian tempat-tempat ibadah banyak dibangun disetiap kota-kota, desa dan lain sebagainya. Tempat-tempat pengajian, tempat-tempat TPA atau Taman Pendidikan Al-qur’an hampir di setiap kampung ada. Disamping itu, pada hari raya Idul Fitri, hari raya Qurban kita dapat menyaksikan orang Islam berduyun-duyun ke lapangan untuk shalat. Juga dalam pembagian zakat fitrah, penyembelihan hewan kurban dan pelaksanaan ibadah haji, yang tiap tahun calon jamaah haji Indonesia selalu bertambah dan untuk tahun 1995 calon haji (yang mendaftar) samapai 240.000 orang sehingga melebihi kuota.

Maraknya jilbab di sekolah-sekolah dan kampus-kampus perguruan tinggi, maraknya gerakan dakwah kampus, lahirnya organisasi remaja masjid, pesantren-pesantren kilat pada masa liburan sekolah, lahirnya ICMI, Bank Muamalat, Asuransi Islam dan sebagainya. Semua itu, menunjukan bahwa agama Islam dapat berkembang baik di Indonesia.